Sisa Kayuhan Ojek Sepeda Di Sunda Kelapa

Jumat, 10 Februari 2017 | Sepeda
Sisa Kayuhan Ojek Sepeda Di Sunda Kelapa - Iring-iringan bel logam asal sepeda ontel lanjut usia dan nada bapak-bapak bergiliran bersautan terdengar mengakibatkan asal kejauhan.Apa yang pendek terbesit di pikiran kamu diwaktu mendengar kata ojek? seorang yang memanfaatkan helm bersama jaket dan sarung tangan istimewa menunggangi kuda besi andalannya?
Tentu ojek yang ini tidak sama dengan ojek untuk rata rata tidak ada istilah kuda logam yang melekat bagi sepeda ontel tua berwarna hitam bersama bel besi individual milik Rusni (50), salah wahid tukang ojek sepeda yg lumrah 'mangkal' di depan pintu menyelinap persinggahan Sunda Kelapa Jakarta Utara yang menjadi tambatan mengudak lembaran Rupiah buat menyambung pandangan hidup diri dan keluarganya.

Rusni memutuskan terhadap beralih profesi sbg 'Ojek' sepeda untuk 2008 penyap sesudah dirinya hengkang bermula perusahaan lamanya di bengkel meubel yg mengalami kebangkrutan. terkecuali unik ojek sepeda ini dilakoninya sebab umurnya yg sekarang ini tidak muda dan sulitnya mengudak tanggung jawab di ibukota.
"Lari yang mudah aja, aset semula hanya sepeda doang," kata Rusni.


Bersama Rusni, Kamis (9/2) tengah hari bagi senja saya terjadi menelusuri sekian banyak area di Jakarta Utara memanfaatkan sepeda ontel Rusni. Perjalanan kami menjejaki celah lebih awal 10 km menyusuri persinggahan Sunda Kelapa, cara Cengkeh, zona Kota lanjut usia stasiun Jakarta Kota dan sebaliknya.
Di sela-sela perjalanan mungil ana Rusni memaparkan tentang pengumuman hidupnya yg saat ini berprofesi sbg ojek sepeda. Rusni mengaku, sepeda kesayangannya itu dibelinya pun sebentar sesudah beliau tidak bekerja lagi di industri meubel guna tahun 2008.
"Sekarang mah sepi, gak kayak dulu kantor-kantor sektor persinggahan lagi berdiri," sesalnya.

tarif Sepeda listrik Murah