Qatar Airways Tawarkan Laptop Free Bagi Penumpang Tujuan AS

Sabtu, 01 April 2017 | Laptop
Qatar Airways Tawarkan Laptop Free Bagi Penumpang Tujuan AS - Doha - maskapai Qatar Airways menawarkan penyewaan laptop cuma-cuma bagi penumpangnya yg lepas landas ke Amerika Serikat (AS). tawaran ini muncul di kembali larangan laptop menyusup kabin pesawat yg diberlakukan AS pada industri dan bandara asal Timur Tengah.

Seperti dilansir AFP, Jumat (31/3/2017), Qatar Airways yang berbasis di Doha, Qatar ini bakal mulai menawarkan pelayanan penyewaan notebook bagi segenap penumpang yg melangit ke AS, namun cuma untuk tingkatan business saja. penawaran ini dapat mulai diterapkan minggu depan.

Dalam pernyataannya, Qatar Airways menyebut tiap-tiap notebook dan media elektronik yg ukurannya lebih besar daripada telepon genggam dapat dikumpulkan di gapura keberangkatan sebelum seputar penumpang mengendarai ke pesawat.

"Dengan menyediakan pelayanan penyewaan netbook ini, kami mampu tentukan bahwa beberapa penumpang awak yg mengangkasa ke AS, dapat tambah bekerja sewaktu penerbangan," jelas atasan Qatar Airways, agung Al-Baker.

Baca pula Daftar bayaran notebook Lenovo komplit Baru Bekas

Rencana serupa pula sedang dipertimbangkan oleh perseroan Emirates yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab yg pun terdampak larangan laptop menyamar ke kabin itu. melainkan industri Etihad Airways yang berbasis di abuk Dhabi, Uni Emirat Arab, menawari layanan wi-fi dan pil free terhadap penumpang lapisan satu dan tingkatan business tujuan AS.

Larangan membawa notebook dan media elektronik yang berdimensi lebih akbar berasal telpon genggam ke kabin pesawat tujuan AS, diberlakukan sejak awal bln ini. Larangan itu pasti untuk 10 bandara di tujuh negara Timur masih dan Turki.

Alat-alat elektronik berdimensi panjang lebih bermula 16 centimeter lebar lebih semenjak 9,3 senti meter dan ketebalan lebih mulai sejak 1,5 centi meter mesti dimasukkan ke bagasi.

AS memberlakukan larangan ini pada penerbangan maksud AS awal Yordania, Kuwait, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar dan Uni Emirat Arab. untuk penerbangan tujuan AS, larangan ini berkuasa bagi 9 perusahaan umum seperti berlebih-lebih Jordanian, EgyptAir, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways, royal Air Maroc, Qatar Airways, Emirates dan Etihad Airways.

Sama seperti AS, Inggris lagi memberlakukan aturan mirip namun tidak dengan memperturutkan sekian banyak negara Teluk, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Inggris memberlakukan larangan ini untuk pesawat tujuan Inggris bersumber Turki, Libanon, Yordania, Mesir, Tunisia dan Arab Saudi.