4 Kunci Ilmu Public Speaking

Sabtu, 12 Agustus 2017 | Berita
4 Kunci Ilmu Public Speaking - Penguasaan ilmu public speaking yang baik saat ini telah menjadi kebutuhan banyak orang. Karena itulah training dan pelatihan public speaking di Indonesia semakin diminati.Training dan pelatihan public speaking skills di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, Jogja dan Surabaya selalu semarak dipenuhi oleh peminat yang ingin serius menguasai ilmu public speaking.Beruntung saya menemukan salah satu video TED yang komprehensif membahas ilmu public speaking ini.

Apakah TED itu?

TED public speaking indonesia merupakan singkatan dari Technology, Entertainment, Design. TED adalah sebuah organisasi non profit yang mengumpulkan para tokoh dan ahli dari berbagai bidang untuk tampil memberikan presentasi dalam sebuah konferensi.Selain konferensi resmi yang diadakan beberapa kali dalam setahun di Amerika dan Inggris, ada juga TEDx yakni kegiatan mirip TED yang diselenggarakan secara independen oleh para sukarelawan atas lisensi dari TED.

TEDx di Indonesia salah satunya adalah TEDx Jakarta. Sebuah forum yang menampilkan pembicara inspiratif Indonesia dari berbagai bidang keahlian.4 Kunci Ilmu Public Speaking dari Lars SudmannVideo public speaking dari TEDx channel youtube ini dibawakan oleh Lars Sudmann, salah satu praktisi Public Speaking terbaik asal Jerman.Dia aktif di Toastmasters International dan pernah menjuarai European Champion of Public Speaking (German Language, 2008, 2014) dan juara 6 kali di Belgian Champion of Public Speaking.Dalam video berikut, Lars menjelaskan 4 kunci ilmu dalam memberikan public speaking. Lars menyebutkan sebagai CODE.

Apakah CODE itu?

Bagaimana CODE membantu Anda menampilkan presentasi yang memukau?Silakan simak video Lars di TEDx Flanders berikut ini lalu kita akan melihat ulasannya.Ada banyak teori dan juga tips public speaking. Namun, menurut Lars public speaking adalah bukan sebuah teori, tapi bagaimana kita melakukan dan mempraktekkannya.Untuk itu, ada 4 komponen yang perlu diperhatikan dalam sebuah public speaking yang baik. Lars menyebutnya CODE: Content, Organization, Delivery dan Effect.

Mari kita perhatikan satu persatu.
 
Content – Isi atau MateriContent is king, inti dari sebuah presentasi. Hal ini pula yang saya tekankan dalam training Presentasi Memukau kepada ratusan peserta. Tanpa materi presentasi yang baik dan terstruktur, presentasi Anda kehilangan ruh-nya.Sebelum Anda mempersiapkan slide dan teknik penyampaian, perhatikan terlebih dahulu content atau materi presentasi Anda.Lakukan riset dan penggalian terhadap topik yang Anda bahas. Dan satu hal yang paling penting: tuliskan tujuan Anda. Hal ini sangat sering diabaikan oleh seorang presenter.
Tetapkan tujuan yang jelas: Di akhir presentasi ini, saya ingin …..Isi titik-titik tersebut dengan tujuan presentasi Anda.

Dengan cara inilah Anda memulai dengan sebuah tujuan akhir yang jelas.

Selanjutnya kenali audiens yang akan menghadiri presentasi atau sesi public speaking Anda. Siapa mereka, apa posisi mereka, dan mengapa mereka datang menghadiri presentasi Anda.
Ketika tampil, terkadang kita melihat ada audiens yang mengantuk, atau sibuk sendiri.Jangan berasumsi.Lars mengatakan “don’t try to mind read your audience.”Dia punya pengalaman seorang audiens yang mengantuk dan sempat tertidur ketika mendengarkan public speaking yang dia bawakan ternyata sangat tertarik dengan materi yang dibawakan. Dia mengantuk karena sangat lelah di malam sebelumnya.Ada pula audiens yang sibuk berbicara dengan teman di sebelahnya ternyata bukan karena mereka tidak memperhatikan. Mereka malah sangat bersemangat sehingga sambil mendiskusikan apakah materi tersebut bisa mereka pakai dalam acara mereka nanti.Dan audiens yang terlihat sangat serius bisa jadi sedang berpikir mendalam tentang pembicaraan Anda.
 
Organisation – Organisasi atau StrukturSebuah pidato, presentasi, atau pembicaraan yang baik selalu punya struktur.
Anda perlu pembukaan dan penutupan yang baik.
Diantara pembukaan dan penutupan itulah terletak isi presentasi Anda.
Salah satu pelajaran penting public speaking dalam menyampaikan materi adalah:
· Tell them what you want to tell them
· Tell them
· Tell them what you have told them
Pada langkah pertama, Anda mempersiapkan audiens agar siap mendengarkan apa yang hendak Anda sampaikan.
Pada langkah kedua, Anda menyampaikan sebuah pesan kepada mereka.
Dan pada langkah ketiga, Anda mempertegas apa yang sudah Anda sampaikan. Dengan cara ini pesan akan terekam dengan kuat di benak audiens.
Satu hal lagi yang paling penting, sebelum Anda memulai pembicaraan sampaikan kepada audiens jika ada hal-hal besar yang tidak terduga terjadi.
Misalnya Lars bercerita dalam sebuah sesi istirahat, ada seseorang yang menabraknya sehingga menumpahkan kopi yang sedang dia pegang dan mengotori pakaiannya. Sementara dalam beberapa menit ke depan Lars harus tampil. Tidak ada waktu lagi untuk mengganti dengan pakaian baru.

Apa yang dia lakukan?

Lars menceritakan tentang kejadian kopi tumpah tadi sebelum dia mulai membahas topik pembicaraannya. Dengan cara ini, audiens tidak sibuk menebak-nebak apa yang terjadi dengan pembicara yang ada di depan mereka karena bajunya terlihat kotor terkena tumpahan kopi.Pesan sederhana buat para public speaker adalah: “When there is elephant in the room, introduce it.”
Ceritakan kepada mereka apa yang terjadi, siapa orang penting yang hadir, mengapa microphone tidak bekerja atau hal besar lainnya.Jangan langsung memulai tanpa menjelaskan terlebih dahulu apa yang terjadi karena audiens membutuhkan jawabannya.
 
Delivery – PenyampaianTahap lanjutan dalam public speaking setelah konten dan struktur adalah penyampaian (delivery).Ada banyak saran yang bisa Anda pelajari tentang aspek penyampaian termasuk di dalamnya bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh positif dan hindari bahasa tubuh yang negatif.Jadi, jangan menyampaikan pidato sambil sibuk memainkan ballpoint Anda, memutar-mutar papan nama yang Anda pakai, atau memasukkan tangan ke kantong dan memainkan apa saja yang ada di dalamnya. Kosongkan kantong Anda sebelum memulai berbicara.Bahasa tubuh lainnya adalah pergerakan Anda di hadapan audiens. Ada pembicara yang berjalan ke kiri dan kanan tidak pernah berhenti sepanjang pidatonya. Apakah hal tersebut perlu?Berjalanlah dengan sebuah tujuan yang jelas. Walk with purpose.

Anda bisa berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain ketika Anda menjelaskan bagian yang berbeda. Anda juga bisa melakukan hal tersebut ketika melakukan perbandingan apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang terjadi sekarang.Perhatikan audiens Anda. Lakukan kontak mata yang wajar. Jangan memandang terlalu lama tapi juga jangan terlalu cepat berpindah-pindah penglihatan.
Temukan gaya dan bahasa tubuh alami Anda.
 
Effect – EfekBagian terakhir dari public speaking adalah efek. Lars menyebutkan sebagai bumbu khusus dalam pembicaraan Anda.Efek tersebut bisa berbentuk slide presentasi yang visual dan sangat menarik, video inspiratif yang Anda tampilkan, atau humor cerdas yang membuat audiens tertawa.Sebuah presentasi baru akan memukau jika memiliki efek ini. Ini pula yang saya ajarkan dalam setiap training presentasi untuk menjadi presenter yang memukau. Tugas seorang presenter tidak hanya untuk memberi informasi atau meyakinkan orang lain.Presenter yang hebat melakukan langkah selanjutnya dengan memberi inspirasi, motivasi, dan menghibur audiens mereka.Anda mungkin mengira agar sebuah public speaking berhasil kita harus bisa menghibur audiens dengan humor atau menceritakan sesuatu yang lucu. Permasalahannya adalah hal seperti itu tidak mudah buat semua orang. Apalagi jika selera humor Anda relatif rendah.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Berinteraksi dengan audiens. Sampaikan contoh-contoh personal dan cerita yang menyentuh.
Tell your stories.Temukan topik pembicaraan Anda dan berbicaralah dengan meyakinkan di hadapan audiens.Itulah empat komponen dasar public speaking yang perlu Anda kuasai. CODE: susun content yang baik, organize dengan struktur yang rapi, sampaikan delivery presentasi yang meyakinkan, dan berikan effect yang akan membuat presentasi Anda memukau.