Hari kelahiran Nabi Muhammad dan hukumnya

Jumat, 09 November 2018 | Berita
Hari kelahiran Nabi Muhammad dan hukumnya - Hari kelahiran Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai Maulid atau Muludan, yang diadakan oleh umat Islam setiap tahun, menarik dialog dalam berbagai bidang, termasuk status hukum. Bahkan, diskusi tentang hukum tentang pelaksanaan Maulidur Rasul  perlu jika dipenuhi dengan zikir, solawat, membaca Al-Quran, Taushiyah persahabatan atau sedekah. Semua ini bagus untuk dilakukannya.
Tetapi mereka yang ingin didasarkan pada hukum agama pada peringatan ulang tahun, tetapi memiliki hak untuk mendiskusikannya. Esai ini mencoba mengutip pandangan banyak pakar tentang advokasi.
Ingatan baru Mawlid dimulai pada abad ke-3 di Hijrah. Jadi Paparan keandalan, ulang tahun yang dirayakan hari ini jelas hukumnya bid'ah hasanah, upacara agama yang tidak diamalkan pada zaman Nabi Muhammad. Hal ini dinyatakan oleh Syekh Abu Shama, salah satu guru Imam An-Nawawi, yang kami sebut di bawah ini.

Artinya, “Imam Abu Syamah –salah seorang guru Imam An-Nawawi-mengatakan, salah satu amaliyah bid‘ah terbaik di zaman kita sekarang adalah peringatan yang diadakan setiap tahun pada hari bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah SAW yang diisi dengan sedekah, kebaikan, dan ekspresi keindahan serta kebahagiaan. Semua itu yang juga dibarengi dengan santunan kepada orang-orang fakir menunjukkan bentuk cinta dan takzim kepada Rasulullah SAW di batin mereka yang mengamalkannya. Semua praktik itu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya, yakni menciptakan Rasulullah SAW yang diutus membawa rahmat bagi segenap penghuni alam semesta.”

 

Shaykh Abu Shamah jelas disebut alarm Maulid bentuk beton penghargaan Islam kepada Allah untuk hadiah dalam bentuk kirim rasulnya. Selain itu, hari jadi peringatan dan bahagia adalah ungkapan cinta mereka rasul-rasul yang dipilih mereka sadar praktek Islam, ajaran Nabi Muhammad sebagai cinta, persahabatan, dan zikir.
Meskipun salah seorang ulama terkemuka bagi hadits Shaykh Ibn Hajar Al-Asqalani menjelajahi dasar hukum Maulid memperingatkan bahwa penemuan itu datang dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim berpuasa Asyura dibuat tentang Yahudi di Madinah sebagai peringatan jatuhnya kemuliaan Firaun dan selematnya Nabi Musa. Berikut ini adalah deskripsi Sheikh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Mitoha Golden Gamat bukan QnC Jelly Gamat

Artinya, “Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani melacak dasar hukum (istinbathul ahkam) peringatan maulid nabi (muludan) pada sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Riwayat itu menyebutkan ketika tiba di Kota Madinah Rasulullah SAW mendapati orang-orang Yahudi setempat berpuasa di hari Asyura. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka terkait peristiwa yang terjadi pada hari Asyura. ‘Asyura adalah hari di mana Allah menenggelamkan Fir‘aun dan menyelamatkan Nabi Musa AS. Kami berpuasa hari Asyura ini sebagai rasa syukur,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu kami lebih layak bersyukur atas kemenangan Nabi Musa AS dibanding kalian,’ kata Rasulullah SAW.

 

Abu Lahab sendiri diringankan dari azab neraka pada setiap hari Senin karena telah membebaskan budak bernama Tsuwaybah yang membawa berita gembira kepadanya atas kelahiran Nabi Muhammad. Dari dua jari, bocah itu keluar dari air yang diminum Abu Lahab. Dikatakan oleh Sayyidina Abbas rheumatoid arthritis yang bertemu Abu Lahab dalam mimpi. Shamsuddin Muhammad bin Nasir, semoga Allah merahmatinya-berkata, 'Jika ini adalah karunia yang besar dari Allah terhadap orang-orang kafir yang akan menjadi selama-lamanya di dalam neraka, meskipun diabadikan dalam surat al-Quran dengan azab meringankan neraka setiap hari Senin untuk merayakan kelahiran Nabi, biarkan Tuhan sendiri setia kepada kelahiran Nabi Muhammad dan mati dalam keadaan iman. "
Pernyataan oleh Sheikh Abu Shama dan Syaikh Ibn Hajar Al-Asqalani di atas kutipan dari buku I'anatut Thalib yang bekerja Sayid Sayid Muhammad Bakri bin Ad-Dimyathi Syatha. Sehingga hal ini, kita sadar bahwa Maulid memiliki dasar hukum dengan jelas berdasarkan hadis Bukhari dan sejarah Islam di mana Nabi Muhammad mendesak Ashura berpuasa sebagai bentuk penghargaan atas Firun tenggelam dan pembebasan Nabi Musa AS.
Ketepatan dan ketajaman membaca hadits, sama dengan kesimpulan seperti ini hanya memiliki ulama menghubungkan hadits Rasulullah saw sebagai besar Sheikh Abu Shama dan Syaikh Ibn Hajar Al-Asqalani. Semoga Allah mengampuni keduanya. Allah Yarhamuhuma. Amii. Tuhan tahu yang terbaik. (Alhafiz K)

niatbacaan.blogspot.com


  • Pengobatan Stroke dengan pengobatan Herbal

    Untuk mengobati stroke secara permanen sembuh tidak mudah. Tetapi itu tidak berarti bahwa stroke tidak dapat disembuhkan, karena banyak pasien stroke pulih dari penyakit. Dalam hal ini, kami memiliki solusi…

  • Keutamaan Bulan Rajab

    Rajab merupakan sungai di surga yang lebih putih dari susu dan lebih manis ketimbang madu. Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, niscaya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung…

  • Syarat-Syarat Wudhu

    Syarat-Syarat Wudhu ada lima Yaitu
    1. Beragama islam
    2. Tamyiz
    3. Tidak mempunyai hadats besar
    4. Dengan Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci(air mutlak)
    5. Tak ada benda…

  • Sholat sunnah Tasbih

    Doa ini bisa dilakukan kapan saja. Menurut Nabi Muhammad, tindakan dan manfaat dari sholat sunnah tasbih ini adalah untuk menghancurkan semua dosa, kecil, besar, lingkaran, hanya, tempat tidur atau tidak.

  • Pengertian game secara umum

    Apa itu game? Mungkin kata tunggal ini adalah kata yang hampir semua manusia ketahui di bumi tentang game apa. Meskipun suku dan bangsa berbeda, tetapi ketika datang ke permainan, mereka…