Warung Canon Terbaru Dibuka Di Panglima Polim Jakarta

Selasa, 28 Februari 2017 | Elektronik
Toko Canon teranyar dibuka di Panglima Polim Jakarta - PT Datascrip, pemasok Canon di Indonesia, legal mengakses toko peraga Canon Image Square di Jakarta. costumer yang mau mengerti seluk beluk camera kreasi Canon dapat mengenap dan menjajalnya serentak di sana.

“Ini warung ke-5 hamba kalau sebelumnya kan sudah ada di Bandung, medan Makassar, dan Manado. dgn bergeser ke sini sanggup mencoba tidak sedikit jenis camera baru Canon,” jelas Marketing Executive Datascrip komponen Canon, Angelie Ivone, saat berdiskusi dgn KompasTekno, Jumat (10/2/2017) lalu.

Sama seperti Canon Imaging Square lain, gerai terkini yang berada di toko Focus Nusantara Panglima Polim itu mengatakan kamera alamat beragam kasta seperangkat miniatur kepada uji merekam sampai bumbu dan alat pencetak foto.

Beberapa di antaranya yaitu kamera single lens reflex (SLR) EOS 1200D, 700D, camera kompak G7X II dan G9X, lagi PowerShot D30 yg merupakan giat air hingga kedalaman maksimal 25 meter.

Namun butuh dicatat, umumnya kamera yg dipamerkan di ruko Canon Image Square ini ialah tingkatan pemula. padahal pada warga lebih tinggi, contohnya kamera EOS 80 D atau 7D, rencananya akan dibuatkan gerai lain.

“Seri yang dipamerkan dan mampu dicoba di Canon Image Square ini sebahagian akbar memang lah entry tingkatan bila gandengan yg lebih tinggi rencananya dapat dibuatkan depot flagship baru, di Jakarta juga,” imbuh Angelie.

"Offline" lebih laris

Pembukaan warung fisik seperti Canon Image Square, bakal Angelie, turut berperan dalam menuas penjualan kamera bahkan mengingat tabiat costumer camera yang rata rata berlainan dgn pembeli kreasi elektronik lainnya.

Para pengguna camera rata rata condong lebih ketat menyeleksi produk yang ingin dibelinya. kian sama seperti disebutkan Angelie, mereka lebih memilih mengendap ke gerai fisik, melihat wujud camera yang dicarinya, dulu coba dan membandingkannya.

Dia memaraf bahwa seiring semakin maraknya tren biaya online, tidak sedikit sedang customer yang berbelanja camera melalui beragam web ongkos tidak dengan mundur serta-merta ke gerai fisik. Namun proporsi customer termuat jumlahnya terus lebih sebentar ketimbang orang yg melungsur serta-merta dan mencoba.

“Memang insan yang mau bayar kamera dengan cara online itu kini ada. Tapi porsinya lagi kecil bisa jadi 10 % saja lah yang ingin dengan formula itu. umumnya mereka yakni costumer camera tingkatan pemula,” jelas Angelie.

Kamera tingkatan pemula yg dimaksudnya rekahan lain konkret rangkaian EOS 1200D yang sekarang dibanderol di kisaran rupiah 4,9 juta atau EOS 1300D yg dibanderol di kisaran 5,3 juta.

Sementara itu, terhadap rangkaian yang lebih tinggi dan dibanderol jauh lebih mahal, sebagian agung pengguna dapat pilih guna bergeser segera dan coba camera termasuk contohnya kepada jalinan EOS 80D yg dibanderol lebih kurang Rupiah 15,8 juta atau EOS 6D yang dibanderol lebih kurang rp 25 juta.

“Kalau sambungan yang dua digit atau tunggal digit, customer kebanyakan pilih tenggelam langsung dan coba barangnya. Kalaupun ada yg online asal marketplace, rata-rata memilih cash on delivery,” tutur Angelie.

“Karena biaya gandengan ini kan jauh lebih mahal, melainkan rata-rata wong belum percaya sepenuhnya terhadap biaya online. tidak hanya itu, pengguna gandengan ini rata rata profesional yg ingin mencobanya langsung,” pungkasnya.

Baca tambah : Daftar tarif camera Canon Terbaru