Membetot Ponsel Pelajar, Sepasang Rampok Krusial Dihajar Massa

Kamis, 16 Maret 2017 | smartphone
Membetot Ponsel Pelajar, Sepasang Rampok Krusial Dihajar Massa - JAKARTA - Sepasang rampok jalanan, Bonca (37) dan Pandu (20) harus tidak sadarkan diri di hunian Sakit Kramat Djati, Jakarta Timur.  Keduanya tidak berdaya dan koma berhenti di hajar massa di rayon kiat Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (3/3/2017).

Hingga sepekan lamanya, dua tersangka ini sedang menggondol pendarahan rumit Kepalanya terluka parah lantaran diserbu hujani barang tumpul bertubi tubi kala dikroyok warga.

Baca semula : Daftar bayaran telephone seluler dgn mutu kamera terbaik

Kanit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat, AKP Antonius menyampaikan masalah ini permulaan diwaktu kedua cowok nekat laksanakan perampokan terhadap satu orang pelajar sepekan dulu kala itu, mangsa Stepanus Sebastian (14) dan Sudarsono (44) melintas di lingkungan tubagus Angke.

Bermodal wajah biadab dan senjata ketus keduanya kemudian melakukan perampokan bagi Stepanus yg ketika itu hendak pergi les."Pelaku desak korbanya memberikan mobile phone sasaran seterusnya mewasiatkan terang Antonius, pekan (12/3/2017).

Dalam kondisi horor Stepanus dan Sudarsono seterusnya berteriak memengaruhi pertolongan warga dan menyilakan sinaran Seketika, sejumlah penduduk selanjutnya menguber pelaku.

Tepat di lembah fly over Tol Wiyoto Wiyono. pelaku tak berkutik saat kendaraannya terjebak macet sekian banyak warga kemudian menyerangnya dengan cara membabi buta," ucap Anton.

Tak hanya menghujani bogem mentah, sebanyak masyarakat berulang mulai melakukan penyerangan memakai besi dan balok kayu, kondisi ini membuat ke3 tahap belur di sekujur tubuh.

Beruntung pada tindakan bermain juru pisah itu, bagian polisi ada di area mereka kemudian memindahkan korbanya yg tidak sadar diri dan telah level belur di hajar massa. Atas pebuatanya, dua pelaku ini dijerat dgn masalah 365 KUHP mengenai pencurian dan kebuasan dgn tuntutan keputusan tujuh th penjara.