Sony Hadirkan Interaksi Masa Depan dengan Teknologi Proyektor Layar Sentuh

Kamis, 16 Maret 2017 | Elektronik
Sony Hadirkan Interaksi Masa Depan dengan Teknologi Proyektor Layar Sentuh - Pada acara SXSW tahun ini, Sony memamerkan “Wow Factory” dalam suatu gudang yang diubah di Trinity Street, Austin. Di tempat tersebut anggota Future Lab Program menampilkan konsep perangkat keras yang paling aneh dan keren. Program Future Lab adalah inisiatif riset dan pengembangan yang mendorong pegawai Sony untuk lebih berpikir tentang interaksi manusia dan kreativitas. Jadi dalam program tersebut inovasi tak sekedar layar yang lebih besar dan prosesor yang  lebih cepat. Tahun lalu Sony telah membawa konsep teknologi layar sentuh berbasis proyektor, nah tahun ini Sony mengusung kembali dengan kekuatan penuhnya. Perusahaan tersebut telah membawa keahliannya dalam bidang proyeksi tampilan dan mengaitkannya dengan desain antar muka yang begitu unik. Hasilnya adalah sepasang produk purwarupa yang dapat mengubah segala permukaan datar menjadi layar.  Layar tersebut tak hanya dapat berinteraksi dengan tangan, tetapi juga benda nyata lain dan mengubahnya menjadi versi augmented reality tersendiri.

Bayangkan menempatkan salinan dari latar Alice’s Adventures in Wonderland di meja dan kemudian menarik karakter dari halaman. Larikan jari sepanjang permukaan kayu yang datar dan ubah menjadi piano responsif yang terbuat dari cahaya. Salah satu demo menggunakan blok kayu putih dan mentransformasikan meja menjadi model rumah hanya dengan menggunakan cahaya dari proyektor.

Itu adalah fitur-fitur dari dua purwarupa yang telah digodok Future Lab Sony. Salah satunya adalah proyektor yang pertama kali dibawa Sony pada acara SXSW tahun lalu. Proyektor tersebut diletakkan di atas meja dan mentransformasikan permukaan menjadi tampilan interaktir yang melakukan pelacakan 3D dari pergerakan tangan dan benda, serta sensor kedalaman. Perangkat tersebut awas ketika benda diletakkan dalam pandangan, saat tangan menyentuh benda tersebut atau ketika jari telunjuk menyentuh permukaan meja.

Sony membuat demo perangkat lunak yang pintar untuk memamerkannya, termasuk aplikasi musik live yang menggunakan blok plastik silinder untuk membuat versi nada Beethoven yang semakin rumit. Demo Alice pernah dipamerkan tahun lalu yang menunjukkan bagaimana perangkat lunak dapat mengidentifikasi ketika teko atau seperangkat kartu berada di meja dan menimpa beberapa grafis keren yang bahkan dapat dimanipulasi dengan menarik tangan ke meja.